Logo

Peringati Isra Mi’raj di Sekolah Rakyat Surakarta, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong SRMA 17 Jadi Sekolah Adiwiyata

15 Januari 2026

Nomor: SR.7/HUMAS/KLH-BPLH/1/2026
 

Banjarsari, 15 Januari 2026 — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, memperingati Isra Mi'raj bersama siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 (SRMA 17) dalam kunjungannya ke Kecamatan Banjarsari, Surakarta. Kunjungan ini merupakan bagian dari peninjauan langsung pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, sekaligus penyerahan bantuan fasilitas pengelolaan sampah untuk mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang bersih dan berkelanjutan. Momentum Isra Mi'raj dijadikan landasan untuk membangun karakter siswa yang peduli lingkungan, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat peran Sekolah Rakyat di tingkat nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Diaz secara simbolis menyerahkan bantuan komposter untuk mengolah sampah organik di lingkungan sekolah. Langkah ini bertujuan untuk memacu SRMA 17 agar segera bergabung dalam Program Adiwiyata, sebuah program unggulan KLH/BPLH yang memberikan penghargaan kepada sekolah yang berhasil menerapkan tata kelola lingkungan secara efektif.

“Ini saya bawakan komposter untuk Sekolah Rakyat SRMA 17 Surakarta guna membantu pengolahan sampah organik, sekaligus membangun komitmen bersama dalam mengelola sampah dengan baik,” ujar Wamen Diaz.

Diaz menekankan pentingnya pembinaan dari kementerian untuk memastikan sekolah memiliki standar pengelolaan lingkungan yang mumpuni. “Ibu Kepala Sekolah silahkan segera daftar, nanti dibantu pembinaan oleh KLH bagaimana menjadi Sekolah Adiwiyata yang mengelola lingkungan dengan baik,” kata Wamen Diaz. Ia mengedukasi para siswa bahwa predikat sekolah ramah lingkungan harus dimulai dari budaya sadar sampah sejak dini. “Jika ingin dikenal sebagai sekolah ramah lingkungan, prosesnya dimulai dari para siswa yang dibiasakan untuk memilah sampah,” lanjut Wamen Diaz.

Guna memperkuat pesan tersebut, Wamen Diaz mendorong siswa untuk menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam keseharian mereka. Melalui sesi kuis interaktif, Wamen Diaz membagikan tumbler dan tas guna ulang sebagai solusi nyata menekan penggunaan plastik sekali pakai. Kepada para siswa, ia menitipkan pesan penting mengenai perubahan gaya hidup.

“Sampah harus dikelola dengan 3R, yang paling gampang adalah mengurangi, jadi saya berikan tumblr, nanti jangan sampai menggunakan botol plastik sekali pakai lagi ya,” ajak Wamen Diaz.

Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Muryono, menyambut positif inisiatif ini dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi dengan KLH/BPLH secara berkelanjutan. “Terima kasih Pak Wamen atas bantuannya, kami menyambut baik komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dalam mendukung Sekolah Rakyat 17 Surakarta menjadi sekolah adiwiyata yang peduli terhadap lingkungan,” tutur Budi. Dukungan ini diharapkan mempercepat transformasi SRMA 17 sebagai salah satu dari dua Sekolah Rakyat yang ada di Kota Surakarta menjadi institusi percontohan.

Menutup rangkaian acara, Diaz menegaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan siswa melalui tata kelola sampah yang disiplin. Saat ini, SRMA 17 menampung sekitar 192 siswa kelas X yang merupakan angkatan pertama sejak sekolah tersebut mulai beroperasi.

“Kami disini memastikan agar Program Prioritas Presiden Sekolah Rakyat dijalankan dengan penuh disiplin, khususnya dalam pengelolaan sampah guna memastikan agar siswa dapat belajar di lingkungan yang bersih,” pungkas Wamen Diaz sebagai komitmen akhir dalam kunjungan kerja tersebut.

Penanggung Jawab:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
Yulia Suryanti 
 

Telepon: +62 811-9434-142
Website: kemenlh.kppli.org
E-mail: [email protected]
Instagram: kemenlh_bplh
Youtube: KLH-BPLH
TikTok: Kemenlh_BPLH
X: KemenLH_BPLH

Galeri Foto

Additional image
Additional image
Additional image
Additional image