Nomor: SR.8/HUMAS/KLH-BPLH/1/2026
Jakarta, 15 Januari 2026 — Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah Tingkat Kenegaraan di Masjid Istiqlal, Jakarta, menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus ekologis yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Menteri Agama, dan Imam Besar Masjid Istiqlal. Dalam ceramahnya, Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, mengajak umat Islam memaknai peristiwa Isra Mikraj sebagai pengingat akan tanggung jawab manusia menjaga keseimbangan alam ciptaan Allah SWT. Menteri Hanif menegaskan bahwa kesucian spiritual tidak dapat dipisahkan dari kesehatan ekologis, terutama dalam menghadapi tantangan global krisis iklim dan pentingnya penguatan mitigasi bencana di tanah air.
Menteri Hanif menekankan bahwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan spiritual Rasulullah SAW, melainkan peristiwa yang sarat pesan tentang keteraturan, keseimbangan, dan keberkahan alam semesta. Hal ini sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam mendorong ekonomi hijau dan menghadapi pola risiko iklim baru yang memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa perintah sholat yang diterima Rasulullah SAW harus dimaknai secara membumi melalui kesalehan ekologis guna mencegah kerusakan (fasād) di muka bumi.
“Isra Mikraj mengajarkan bahwa semakin tinggi derajat spiritual seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya terhadap alam semesta. Merusak lingkungan berarti melanggar keseimbangan (mīzān) yang telah Allah tetapkan,” ujar Menteri Hanif di hadapan ratusan jemaah Masjid Istiqlal Jakarta. Beliau menambahkan bahwa perilaku ramah lingkungan adalah cerminan dari sholat yang benar. “Sholat yang benar harus tercermin dalam perilaku ramah lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak hutan, menjaga air dan udara, serta hidup secara sederhana dan bertanggung jawab,” tegas Menteri Hanif.
Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pemerintah telah menempatkan lingkungan hidup sebagai dasar pembangunan nasional melalui program kemandirian pangan, pengelolaan air, investasi energi terbarukan, serta pengembangan ekonomi hijau bagi UMKM. Prinsip ini selaras dengan ekoteologi Islam yang memposisikan manusia sebagai khalifah atau pemegang amanah penjaga keseimbangan. Sebagai aksi nyata, Menteri Hanif juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor seperti Program Bersih Rumah Ibadah Bersama Kemendes untuk memastikan nilai-nilai kebersihan dan keberlanjutan lingkungan dimulai dari pusat kegiatan masyarakat.
Menutup ceramahnya, Menteri Hanif mengajak seluruh jemaah menjadikan peringatan Isra Mikraj sebagai titik awal aksi nyata menjaga lingkungan, mulai dari lingkup keluarga, rumah ibadah, hingga komunitas. Ia menekankan bahwa keimanan sejati harus berdampak pada kelestarian bumi. “Mari kita buktikan bahwa keimanan kita tidak berhenti di masjid, tetapi hadir dalam tindakan nyata menjaga bumi sebagai amanah Allah untuk generasi hari ini dan masa depan,” pungkas Menteri Hanif.
Penanggung Jawab:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
Yulia Suryanti
| Telepon | : +62 811-9434-142 |
| Website | : kemenlh.kppli.org |
| : [email protected] | |
| : kemenlh_bplh | |
| Youtube | : KLH-BPLH |
| TikTok | : Kemenlh_BPLH |
| X | : KemenLH_BPLH |